Gigi ngilu bukan berarti tidak ada sebab. Biasanya ada bagian gigi yang sudah tidak tertutup dengan sempurna (lubang) yang disebabkan dari beberapa faktor seperti lubang karena karies maupun lubang karena partikel gigi terkikis oleh sikat gigi.
Ngilu yang dirasa biasanya disebut Pulpitis.
Pulpitis adalah kondisi inflamasi yang terjadi pada jaringan pula (saraf dan pembuluh darah) yang biasanya disebabkan oleh invasi bakteri akibat karies mendalam, trauma mekanis, prosedur iatrogenik, atau rangsangan termal/kimiawi.
Berdasarkan American Association of Endodontists (AAE) Diagnostic Terminology, pulpitis dibagi menjadi:
- Pulpitis Reversibel (Reversible Pulpitis)
Karakteristik: Inflamasi ringan di mana pulpa masih mampu pulih jika etiologi dihilangkan.
Gejala: Nyeri tajam singkat saat terpapar stimulus dingin/manis, dan rasa sakit langsung hilang segera setelah stimulus disingkirkan (tidak menetap / non-lingering).
2.Pulpitis Ireversibel Simtomatik (Symptomatic Irreversible Pulpitis)
Karakteristik: Inflamasi parah yang telah melewati ambang batas regenerasi; jaringan pulpa akan mengalami nekrosis progresif.
Gejala: Nyeri spontan (tanpa rangsangan), nyeri berdenyut tajam/tumpul, dan rasa sakit menetap lama (>10–30 detik) setelah rangsangan termal dihilangkan. Sering kali diperparah saat berbaring.
- Pulpitis Ireversibel Asimtomatik (Asymptomatic Irreversible Pulpitis)
Karakteristik: Kerusakan pulpa yang sudah lanjut secara histologis, namun tidak menimbulkan keluhan nyeri subjektif (misalnya pada karies yang sangat dalam mendekati pulpa, pulpitis hiperplastik/polip pulpa, atau resorpsi internal).
Tindakan untuk Gigi ngilu bisa berupa:
Pulp Capping (Direct/Indirect): Menggunakan material biokeramik (MTA atau biodentine) untuk merangsang pembentukan jembatan dentin reparatif.
Pulpotomi Parsial / Pulpotomi Penuh (Full Pulpotomy)
Berdasarkan Position Statement European Society of Endodontology (ESE, 2019), pulpotomi koronal dengan hemostasis terkontrol dan penutupan biokeramik terbukti memiliki tingkat keberhasilan tinggi (>80–90%) untuk mempertahankan vitalitas pulpa radikuler pada gigi permanen dengan pulpitis ireversibel simtomatik.
Pulpektomi / Perawatan Saluran Akar (PSA)
Diindikasikan apabila pendarahan pulpa tidak dapat dihentikan (mengindikasikan inflamasi sudah meluas ke saluran akar) atau pulpa sudah nekrosis.

