Behel Gigi: Manfaat, Jenis, dan Harganya

Gigi yang sehat dan teratur merupakan keinginan setiap individu. Namun, tidak semua orang memiliki gigi yang tumbuh secara alami dengan posisi yang ideal. Untungnya, ada perawatan ortodontik yang dapat membantu memperbaiki susunan gigi, dan salah satunya adalah pemasangan behel gigi. Artikel ini akan menjelaskan manfaat perangkat tersebut dan jenisnya, faktor harga yang perlu dipertimbangkan, dan potensi efek samping yang mungkin terjadi.

Gigi yang sudah dipasangi behel gigi
Gigi yang sudah dipasangi behel gigi

Manfaat Behel Gigi

Behel gigi membantu merapikan posisi gigi yang berjejal, miring, atau terlalu renggang. Ketika susunan gigi lebih rapi, kamu bukan hanya mendapatkan senyum yang lebih percaya diri, tetapi juga kesehatan gigi dan gusi yang lebih baik.

Pertama, behel gigi memudahkan kamu membersihkan gigi. Sisa makanan lebih sedikit terselip di sela gigi, sehingga risiko gigi berlubang dan radang gusi ikut menurun.

Kedua, susunan gigi yang baik membantu fungsi kunyah dan bicara berjalan lebih optimal. Banyak pasien merasa lebih nyaman saat makan dan lebih jelas ketika berbicara setelah perawatan ortodonti selesai.

Selain itu, behel gigi juga bisa memperbaiki profil wajah. Pada beberapa kasus, rahang yang terlalu maju atau terlalu mundur tampak lebih seimbang setelah posisi gigi diperbaiki secara bertahap.

Akhirnya, manfaat behel gigi tidak hanya bersifat estetis. Dengan gigi yang rapi dan mudah dibersihkan, kamu berinvestasi pada kesehatan mulut jangka panjang.

Jenis-Jenis Behel

Sekarang ada beberapa jenis behel gigi yang bisa kamu pilih. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga kamu perlu berdiskusi dengan dokter gigi sebelum menentukan pilihan.

Behel Metal Konvensional

Behel metal menjadi jenis yang paling umum. Bracket dan kawat berwarna metal menempel di permukaan gigi.

Kelebihannya:

  • Biaya relatif lebih terjangkau.

  • Dokter gigi leluasa mengatur pergerakan gigi.

  • Cocok untuk berbagai tingkat keparahan kasus.

Kekurangannya, behel metal terlihat jelas saat kamu tersenyum. Meski begitu, banyak pasien tetap memilih jenis ini karena hasilnya efektif dan biaya lebih ramah kantong.

Behel Keramik

Behel keramik menggunakan bracket berwarna senada dengan gigi sehingga tampak lebih estetik. Dari segi cara kerja, behel keramik mirip dengan behel metal.

Kelebihan:

  • Lebih menyatu dengan warna gigi.

  • Cocok untuk kamu yang sering bertemu klien atau tampil di depan umum.

Namun, behel keramik biasanya membutuhkan biaya lebih tinggi. Selain itu, materialnya sedikit lebih rapuh sehingga kamu perlu lebih berhati-hati saat makan makanan yang keras.

Behel Self-Ligating

Behel self-ligating memiliki sistem klip khusus pada bracket, sehingga dokter gigi tidak perlu karet elastik untuk menahan kawat. Desain ini membantu mengurangi gesekan dan sering kali membuat kontrol terasa lebih nyaman.

Pada beberapa kasus, pasien dengan behel self-ligating bisa datang kontrol dengan interval yang sedikit lebih jarang. Meski demikian, keputusan tetap berada di tangan dokter gigi setelah menilai kondisi gigimu.

Link berikut menampilkan gambar jenis-jenis behel tersebut :
https://www.orami.co.id/magazine/jenis-behel-gigi

Harga Behel Gigi

Harga behel gigi bervariasi tergantung jenis behel, tingkat kesulitan kasus, serta pengalaman dokter gigi dan fasilitas klinik.

Secara umum:

  • Behel metal konvensional biasanya memiliki harga paling terjangkau.

  • Behel keramik dan self-ligating cenderung memiliki biaya lebih tinggi karena material dan teknologi yang digunakan.

Selain biaya pemasangan awal, kamu juga perlu menyiapkan anggaran untuk kontrol rutin, penggantian kawat, dan perbaikan jika bracket lepas.

Oleh karena itu, sebelum kamu memulai perawatan, sebaiknya tanyakan estimasi biaya total kepada dokter gigi. Dengan begitu, kamu bisa merencanakan keuangan dan menjalani perawatan behel gigi sampai selesai tanpa terhenti di tengah jalan.

Siapa yang Perlu Memakai Behel Gigi?

Tidak semua orang wajib memakai behel gigi. Namun, kamu sebaiknya mempertimbangkan behel jika memiliki kondisi berikut:

  • Gigi berjejal dan saling menumpuk.

  • Gigi depan maju atau mundur berlebihan.

  • Rahang atas dan bawah tidak bertemu dengan baik saat menggigit.

  • Celah antar gigi terlalu lebar sehingga mengganggu penampilan atau fungsi kunyah.

Jika kamu merasa memiliki salah satu kondisi di atas, langkah terbaik adalah berkonsultasi langsung dengan dokter gigi. Dokter akan memeriksa susunan gigi, kondisi gusi, dan tulang penyangga gigi, lalu menjelaskan apakah behel gigi menjadi pilihan yang tepat.

Potensi Efek Samping Behel Gigi

Seperti perawatan medis lainnya, pemakaian behel gigi juga memiliki potensi efek samping. Dengan informasi yang cukup, kamu bisa meminimalkan risikonya.

Pada awal perawatan, kamu biasanya merasakan rasa tidak nyaman atau ngilu di gigi. Hal ini wajar karena gigi mulai bergerak. Dokter biasanya menyarankan obat pereda nyeri bila diperlukan.

Selain itu, kebersihan gigi menjadi tantangan baru. Sisa makanan lebih mudah tertinggal di sekitar bracket dan kawat. Bila kamu jarang menyikat gigi atau malas menggunakan benang gigi, risiko gigi berlubang dan karang gigi bisa meningkat.

Di sisi lain, sebagian kecil pasien mungkin mengalami sariawan di pipi bagian dalam atau bibir karena tergesek kawat. Kamu bisa meminta wax ortho kepada dokter untuk melapisi bagian yang terasa tajam.

Intinya, efek samping behel gigi dapat kamu kendalikan dengan kontrol rutin, kebersihan mulut yang baik, serta komunikasi yang terbuka dengan dokter gigi ketika muncul keluhan.

Tips Merawat Behel Gigi

Agar hasil perawatan maksimal, kamu perlu merawat behel gigi dengan disiplin.

  • Sikat gigi setelah makan dengan sikat khusus ortho dan pasta gigi berfluoride.

  • Gunakan benang gigi atau alat pembersih sela gigi yang disarankan dokter.

  • Batasi makanan yang terlalu keras, lengket, atau terlalu manis.

  • Datang kontrol sesuai jadwal yang dokter berikan.

Dengan rutinitas ini, kamu menjaga kesehatan gigi tetap baik selama memakai behel dan mencegah kerusakan yang tidak perlu.

Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Dokter Gigi?

Jika kamu sudah lama merasa tidak percaya diri dengan susunan gigimu, jangan menunggu sampai keluhan bertambah berat. Kamu bisa mulai dengan konsultasi singkat di klinik gigi.

Di Empire Dental Studio, dokter gigi akan:

  1. Memeriksa kondisi gigi dan gusi.

  2. Menjelaskan pilihan perawatan behel gigi yang sesuai.

  3. Menginformasikan perkiraan lama perawatan dan kisaran biaya.

Setelah itu, kamu bebas memutuskan apakah ingin langsung memulai perawatan atau menunda terlebih dulu. Yang terpenting, kamu memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi gigi dan langkah yang bisa kamu ambil.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Empire Dental Studio

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca